Proyek pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed dimulai pada tahun 1996 dengan gagasan langsung dari Sheikh Zayed Al Nahyan, mantan presiden UEA. Setelah wafatnya Sheikh Zayed pada tahun 2004, putranya, Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, melanjutkan proyek pembangunan ini. Proses pembangunan yang panjang dan kompleks melibatkan perajin dari berbagai negara seperti Maroko, India, Turki, Jerman, dan Italia.
Detail dekoratif masjid ini sangatlah menarik. Mihrab utama terbuat dari kayu dan dihiasi dengan kaligrafi ayat QS. At-Tauba: 3. Karpet rajutan tangan terbesar di dunia, hasil kerja sama 1200 pengrajin, dipasang di ruang shalat utama dan memakan waktu 2 tahun untuk penyelesaian.[1] Lampu gantung kristal ikonik dirancang oleh German Faustig untuk menghormati Sheikh Zayed Al Nahyan, dengan bentuk lampu menyerupai pohon palem terbalik yang melambangkan rezeki dan kemakmuran UEA.
Sistem penerangan masjid ini terhubung dengan siklus bulan. Skema pencahayaan 360 derajat yang dirancang oleh Spier & Major Associate membuat fasad masjid bersinar lembut di malam hari, berubah warna sesuai dengan fase bulan. Saat bulan purnama, masjid berwarna putih sejuk, sementara saat bulan memudar, warna berubah menjadi biru secara bertahap.
Masjid Agung Sheikh Zayed bukan hanya sebuah bangunan megah; ia juga merupakan representasi nilai-nilai spiritual Islam. Dengan kapabilitas menampung hingga 40.000 jamaah, masjid ini menjadi tempat ibadah utama bagi umat Islam di UEA. Non-Muslim juga diberi kesempatan untuk menikmati keindahan masjid ini, dengan syarat mengenakan kerudung dan baju panjang sopan saat memasuki area masjid.
Masjid Agung Sheikh Zayed adalah contoh sempurna seni Islam yang menggabungkan arsitektur Mughal, Moor, Ottoman, dan Persia. Dengan sejarah panjang dan detail dekoratif yang rumit, masjid ini menjadi simbol kebersamaan dan toleransi antarbudaya. Proses pembangunan yang melibatkan perajin dari berbagai negara serta inovasi teknologi dalam sistem penerangaannya membuat Masjid Agung Sheikh Zayed menjadi destinasi wisata religi yang patut dikunjungi. Dengan demikian, artikel ini membantu memperkenalkan keindahan dan makna spiritual dari Masjid Agung Sheikh Zayed, serta mengulas keunikan dan signifikansinya dalam konteks global.